Jakarta – Nama Indonesia kembali harum di kancah sains internasional melalui kiprah putra terbaiknya yang kini bertugas di Badan Tenaga Atom Internasional atau International Atomic Energy Agency (IAEA). Perjalanan karier pria lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) ini menjadi potret nyata dedikasi tinggi dalam bidang pengawasan tenaga nuklir global.
Pondasi Akademik yang Kuat
Langkah besar ini dimulai dari Kampus Ganesha. Ia merupakan alumnus Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITB yang menyelesaikan studi S1 pada tahun 1996. Ketertarikannya pada dunia atom membawanya terbang ke Negeri Sakura untuk memperdalam keilmuan.
Tak tanggung-tanggung, ia menyelesaikan pendidikan magister (S2) dan doktor (S3) di salah satu kampus teknik terbaik dunia, Tokyo Institute of Technology (Tokyo Tech), Jepang, pada rentang tahun 2003 hingga 2007. Fokus studinya di Jurusan Teknik Nuklir menjadi modal utama dalam menapaki karier profesional di level strategis.
Dedikasi Belasan Tahun di BAPETEN
Sebelum berkarier di luar negeri, pengabdiannya dimulai di tanah air. Sejak tahun 1999 hingga 2014, ia menjadi bagian penting dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN). Selama 15 tahun, ia mengawal aspek keamanan dan keselamatan nuklir di Indonesia, memastikan bahwa setiap pemanfaatan tenaga atom di dalam negeri berjalan sesuai regulasi yang ketat.
Menjadi Mata Dunia melalui IAEA
Kapasitasnya yang mumpuni diakui secara global ketika pada tahun 2015, ia resmi bergabung dengan IAEA yang bermarkas di Wina, Austria. Di badan dunia tersebut, ia mengemban amanah sebagai Inspektur Safeguards Nuklir.
Tugas seorang inspektur safeguards bukanlah perkara mudah. Ia bertanggung jawab melakukan verifikasi untuk memastikan bahwa material nuklir di berbagai negara tidak disalahgunakan untuk tujuan militer atau senjata nuklir, melainkan murni untuk kepentingan damai.
Kembali ke Jepang: Bertugas di Kantor Regional Tokyo

Setelah bertahun-tahun berbasis di Austria, penugasan baru membawanya kembali ke tanah tempat ia menimba ilmu S3. Sejak September 2022 hingga saat ini, ia bertugas di IAEA Tokyo Regional Office.
Kini, sembari menjalankan tugas pengawasan nuklir internasional di kawasan Asia Pasifik, ia menetap di Yokohama. Dedikasinya menunjukkan bahwa keahlian spesifik seperti teknik nuklir dan safeguards mampu membawa profesional Indonesia menduduki posisi krusial di organisasi internasional di bawah naungan PBB.
- Apa itu IAEA Safeguards? Ini adalah serangkaian tindakan teknis yang diterapkan oleh IAEA pada fasilitas nuklir di seluruh dunia. Tujuannya adalah untuk memverifikasi secara independen bahwa suatu negara mematuhi komitmen hukumnya untuk menggunakan bahan nuklir hanya untuk tujuan damai.
- Peran BAPETEN: Di Indonesia, BAPETEN adalah lembaga pemerintah non-kementerian yang bertugas melaksanakan pengawasan terhadap segala kegiatan pemanfaatan tenaga nuklir melalui peraturan, perizinan, dan inspeksi.
- Pentingnya Tokyo Tech: Tokyo Institute of Technology dikenal sebagai universitas riset nasional yang sangat prestisius di bidang sains dan teknologi. Alumninya banyak yang memegang posisi penting di industri energi dan riset nuklir global.
- IAEA Tokyo Regional Office: Kantor ini sangat strategis karena Jepang memiliki banyak fasilitas nuklir dan menjadi mitra utama IAEA dalam mempromosikan keamanan energi atom di kawasan Timur Jauh.
