JAKARTA | Garuda Betawi — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta secara resmi menggelar acara Haul Akbar Ulama, Habaib, dan Tokoh Betawi yang dipusatkan di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Acara ini diselenggarakan sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi atas dedikasi serta jasa-jasa para tokoh agama dan adat Betawi dalam membangun karakter masyarakat Jakarta yang religius dan berbudaya.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyelenggarakan acara haul akbar ulama dan habaib Betawi di Plaza Selatan Monas, Jakarta Pusat, Jumat (19/6).
Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta bersama jajaran pimpinan daerah, para ulama terkemuka, habaib, serta tokoh-tokoh masyarakat Betawi tampak hadir di tengah-tengah ribuan warga yang memadati area luar Monas sejak sore hari.
Dalam sambutannya, pihak Pemprov DKI menyampaikan bahwa Haul Akbar ini bertujuan untuk merawat ingatan kolektif warga Jakarta terhadap perjuangan para pendahulu. Ulama dan tokoh Betawi dinilai memiliki peran krusial tidak hanya dalam penyebaran dakwah yang sejuk, tetapi juga dalam menjaga persatuan, merajut keberagaman, dan mempertahankan identitas budaya Jakarta di tengah arus modernisasi.

Acara yang berlangsung dengan khidmat ini diisi dengan pembacaan zikir, maulid, doa bersama untuk keselamatan bangsa, serta tausiyah dari para ulama. Guna memastikan kelancaran acara, Pemprov DKI Jakarta juga telah menyiagakan ratusan personel gabungan yang terdiri dari Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup, serta menyediakan fasilitas penunjang seperti area wudhu portable dan ambulans di sekitar lokasi.
Melalui Haul Akbar ini, Pemprov DKI berharap nilai-nilai luhur dan keteladanan yang ditinggalkan oleh para ulama dan tokoh Betawi dapat terus diimplementasikan oleh seluruh lapisan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari demi mewujudkan Jakarta yang aman, damai, dan sejahtera.
Ketua Umum Garuda Betawi hadir dalam mengawal ulama didalam barisan jawara betawi, kota Jakarta yang berulang tahun ke-499 berkat para alim ulama dan habaib yang telah berjuang untuk kemerdekaan Negara kesatuan Republik Indonesia, ungkap Ahmad Nuryadi.



