JAKARTA, garudabetawi.or.id — Garuda Betawi menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga stabilitas dan keamanan Ibukota. Sebanyak 30 personel anggota Garuda Betawi diterjunkan langsung ke lapangan untuk bersinergi bersama aparat Kepolisian dan TNI.
Pengamanan terpadu ini difokuskan di beberapa titik krusial pusat keramaian, khususnya di kawasan Monumen Nasional (Monas) dan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Selasa (20/10/2026).
Langkah antisipatif ini diambil guna mengimbau warga yang tidak memiliki kepentingan agar tidak terprovokasi atau terlibat dalam arus massa aksi penyampaian pendapat. Garuda Betawi memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan, seperti para pelajar dan anak di bawah umur, agar tidak dimanfaatkan atau ikut-ikutan dalam aksi demo yang berpotensi merugikan masa depan mereka.
“Kehadiran kami di sini adalah untuk membantu menciptakan rasa aman. Kami berharap saudara-saudara yang menyampaikan aspirasi dapat melakukannya secara kondusif dan humanis, tanpa tindakan anarkis,” ujar Ahmad Nuryadi Ketua Umum Garuda Betawi yang langsung memimpin di lokasi.
Garuda Betawi menegaskan pentingnya menjaga keharmonisan kota agar aktivitas masyarakat umum—seperti kegiatan perkantoran, ekonomi, hingga aktivitas belajar-mengajar di sekolah—tetap dapat berjalan dengan baik dan lancar tanpa gangguan berarti.
Dengan adanya sinergi antara aparat keamanan dan elemen masyarakat seperti Garuda Betawi, diharapkan situasi Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) di wilayah DKI Jakarta tetap terkendali, damai, serta aman bagi seluruh warga.





