Ketua Garuda Betawi Tangerang Kota, Bang Acon, bersama Ketua DPC BPPKB Banten 98 Kota Tangerang, Zainal Febriyanto, S.H., dalam lawatan silaturahmi untuk memperkuat sinergi dan menjaga kondusivitas Kota Tangerang.
TANGERANG KOTA — Persatuan antarorganisasi kemasyarakatan menjadi salah satu elemen penting dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan masyarakat. Semangat tersebut mengemuka dalam lawatan silaturahmi Garuda Betawi Tangerang Kota ke Dewan Pimpinan Cabang (DPC) BPPKB Banten 98 Kota Tangerang, Jumat (17/10).
Kunjungan yang dipimpin langsung oleh Ketua Garuda Betawi Tangerang Kota, Bang Acon, tersebut disambut oleh Ketua DPC BPPKB Banten 98 Kota Tangerang, Zainal Febriyanto, S.H. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, dengan pembahasan utama mengenai pentingnya memperkuat sinergi antarormas demi menjaga kondusivitas Kota Tangerang.
Pertemuan ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga membawa pesan tegas bahwa perbedaan identitas, atribut, dan latar belakang organisasi tidak boleh menjadi penghalang bagi terbangunnya persatuan dalam kehidupan bermasyarakat.
Beda Organisasi, Satu Komitmen untuk Masyarakat
Ketua Garuda Betawi Tangerang Kota, Bang Acon, menegaskan bahwa organisasi kemasyarakatan harus mampu membangun hubungan yang sehat, saling menghormati, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.
Menurutnya, kekuatan organisasi tidak semata-mata diukur dari jumlah anggota atau identitas yang melekat, melainkan dari kontribusi nyata dalam menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan kondusif.
“Kami dari Garuda Betawi Tangerang Kota berkomitmen, beda baju boleh, tetapi tujuan kita sama. Bersama BPPKB Banten 98, kita ingin Kota Tangerang aman, damai, dan nyaman bagi seluruh warga. Tidak ada tempat untuk hal-hal yang meresahkan masyarakat,” tegas Bang Acon Ketua Garuda Betawi Tangerang Kota.
Ia menekankan bahwa komunikasi dan silaturahmi ant organisasi perlu terus dijaga agar setiap potensi kesalahpahaman dapat diselesaikan melalui dialog, bukan berkembang menjadi persoalan yang mengganggu ketenteraman masyarakat.
Semangat tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa organisasi kemasyarakatan memiliki tanggung jawab sosial untuk menjadi bagian dari solusi atas persoalan di tengah masyarakat.
BPPKB Banten 98: Persaudaraan Harus Diwujudkan dalam Tindakan
Ketua DPC BPPKB Banten 98 Kota Tangerang, Zainal Febriyanto, S.H., menyambut positif kunjungan Garuda Betawi Tangerang Kota. Ia menilai komunikasi dan pertemuan ant ormas merupakan langkah penting dalam membangun rasa saling percaya serta memperkuat kebersamaan di wilayah Kota Tangerang.
“Kami sangat mengapresiasi kunjungan saudara-saudara kita dari Garuda Betawi Tangerang Kota. Ini adalah bentuk persaudaraan. BPPKB Banten 98 Kota Tangerang bersama Garuda Betawi Tangerang Kota sepakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan kenyamanan warga Kota Tangerang. Kita kawal Tangerang agar tetap kondusif,” ujar Bang Zainal.
Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya membangun hubungan ant organisasi yang tidak berhenti pada pertemuan seremonial, tetapi berlanjut melalui komunikasi yang berkesinambungan dan kegiatan sosial kemasyarakatan.
Bagi kedua organisasi, suasana yang kondusif merupakan kepentingan bersama. Masyarakat membutuhkan lingkungan yang aman untuk bekerja, menjalankan usaha, menempuh pendidikan, dan melaksanakan aktivitas sehari-hari tanpa rasa khawatir.
Ormas Harus Hadir sebagai Bagian dari Solusi
Di tengah dinamika kehidupan perkotaan, organisasi kemasyarakatan memiliki posisi strategis dalam membangun solidaritas sosial, mempererat hubungan antarwarga, dan membantu menjaga keharmonisan lingkungan.
Namun, peran tersebut harus diwujudkan melalui tindakan yang bertanggung jawab, penghormatan terhadap hukum, komunikasi yang terbuka, serta komitmen untuk menghindari tindakan yang dapat memicu konflik.
Sinergi Garuda Betawi Tangerang Kota dan BPPKB Banten 98 Kota Tangerang diharapkan menjadi contoh bahwa perbedaan organisasi bukan alasan untuk membangun sekat. Sebaliknya, perbedaan dapat menjadi kekuatan apabila dikelola dengan kedewasaan, saling menghargai, dan tujuan yang sama.
Kedua belah pihak berharap komunikasi dan kerja sama yang telah terbangun dapat terus ditingkatkan, khususnya dalam kegiatan sosial, penguatan persaudaraan, dan upaya menjaga keamanan serta kenyamanan masyarakat.
Pertemuan ditutup dengan foto bersama sebagai simbol persahabatan dan komitmen untuk terus menjalin koordinasi demi kepentingan warga Kota Tangerang.
Pesannya jelas: organisasi boleh berbeda, atribut boleh berlainan, tetapi kepentingan masyarakat harus tetap menjadi prioritas. Persatuan bukan sekadar slogan, melainkan komitmen yang harus dibuktikan melalui tindakan nyata.
Garuda Betawi — Menjaga Persaudaraan, Merawat Budaya, dan Mengabdi untuk Masyarakat.

