Pemkot Jakbar Sikat 217 Kg Ikan Sapu-Sapu dari Waduk Bojong Indah, Ancaman Ekosistem Disorot
Jakarta — Pemerintah Kota Jakarta Barat bergerak cepat menekan ancaman ikan sapu-sapu yang kian mendominasi perairan. Sebanyak 217 kilogram ikan invasif itu diangkat dari Waduk Bojong Indah, Cengkareng, hingga aliran Kali Pesanggrahan, dalam operasi terpadu, Jumat (24/4/2026).
Langkah ini bukan sekadar pembersihan rutin, melainkan respons atas potensi kerusakan serius yang ditimbulkan spesies tersebut terhadap ekosistem dan infrastruktur pengendali banjir.
Ancaman Nyata: Rusak Turap hingga Ganggu Ekosistem
Pemkot Jakarta Barat menilai ikan sapu-sapu bukan lagi persoalan sepele. Spesies ini diketahui mampu merusak struktur waduk dengan membuat lubang di dasar dan dinding turap, yang dalam jangka panjang berisiko melemahkan konstruksi.
Di sisi lain, sifatnya yang invasif membuat ikan ini mendominasi habitat, menekan populasi ikan lokal, dan mengganggu keseimbangan ekosistem perairan.
Disorot Risiko Kesehatan, Dilarang Beredar
Tak hanya berdampak pada lingkungan, keberadaan ikan sapu-sapu juga memunculkan kekhawatiran kesehatan. Hidup di dasar perairan yang cenderung tercemar, ikan ini berpotensi mengandung bakteri dan logam berat.

Pemkot secara tegas melarang pemanfaatan ikan tersebut untuk konsumsi. Seluruh hasil tangkapan langsung dimusnahkan guna mencegah peredaran di masyarakat.
Operasi Gabungan, Sasar hingga Telur Ikan
Penanganan dilakukan melalui operasi gabungan lintas instansi. Petugas menyisir waduk dan aliran sungai menggunakan jaring dan peralatan tangkap lainnya.
Tak berhenti pada ikan dewasa, petugas juga menargetkan telur-telur ikan untuk memutus siklus perkembangbiakan yang selama ini dinilai sulit dikendalikan.
Agenda Berkelanjutan, Bukan Aksi Sesaat
Pemkot Jakarta Barat menegaskan operasi serupa akan terus dilakukan secara berkala. Pengendalian ikan sapu-sapu menjadi bagian dari strategi jangka panjang menjaga kualitas lingkungan sekaligus melindungi infrastruktur vital kota.
Langkah tegas ini menjadi sinyal bahwa ancaman spesies invasif di perairan perkotaan tak bisa dipandang sebelah mata. Tanpa pengendalian berkelanjutan, dampaknya bukan hanya pada ekosistem, tetapi juga pada ketahanan infrastruktur dan kesehatan publik.
