Jakarta | Garuda Betawi — Pendekatan humanis yang dilakukan oleh Garuda Betawi berhasil meredam potensi gangguan dalam rangkaian aksi peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) pada 1 Mei 2026 di kawasan DPR, Jakarta Pusat.
Menjelang berakhirnya waktu penyampaian pendapat di muka umum sekitar pukul 16.30 WIB, sejumlah warga terpantau hendak menuju titik aksi dengan membawa beberapa ban yang diduga akan digunakan untuk dibakar saat demonstrasi berlangsung.
Melihat situasi tersebut, tim Garuda Betawi yang berada di lokasi segera mengambil langkah persuasif dengan mengedepankan dialog dan pendekatan kekeluargaan. Tanpa adanya tindakan represif, mereka mengimbau warga untuk tidak melanjutkan perjalanan ke titik aksi serta menghindari tindakan yang berpotensi memicu kericuhan.
Upaya tersebut membuahkan hasil. Garuda Betawi berhasil mengamankan sedikitnya empat ban yang telah disiapkan untuk dibakar. Selain itu, rombongan warga yang sempat tertahan akhirnya memilih untuk kembali ke rumah masing-masing setelah diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga ketertiban umum.
Pendekatan ini dinilai efektif dalam menjaga suasana tetap kondusif, terutama di saat-saat krusial menjelang berakhirnya aksi unjuk rasa. Garuda Betawi menegaskan bahwa peringatan Hari Buruh merupakan momentum penting bagi para pekerja untuk menyampaikan aspirasi, sehingga seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat menghormati jalannya aksi tersebut.

“Kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan banyak pihak. Aspirasi buruh harus kita hormati dengan suasana yang damai,” tegas Ahmad Nuryadi, ketua umum Garuda Betawi yang langsung terjun di lokasi.
Situasi di kawasan Tanah Abang pun terpantau tetap aman dan terkendali hingga berakhirnya kegiatan. Sinergi antara masyarakat, ormas, dan aparat keamanan menjadi kunci dalam menciptakan kondisi yang kondusif selama peringatan May Day di ibu kota.
Langkah humanis yang dilakukan Garuda Betawi menjadi contoh bahwa pendekatan persuasif dan komunikasi yang baik mampu mencegah potensi konflik tanpa harus menimbulkan ketegangan di tengah masyarakat.
Maka slogan Jaga Jakarta dan Jaga Tradisi, disaat memperingati hari buruh 1 mei 2026 ini adalah aksi nyata, bukan hanya slogan semata.





