<p>Perpustakaan Jakarta dan PDS H.B. Jassin bersama Gramedia Writing Project (GWP) resmi membuka program Jakarta Menulis 2026 di Lantai 4 Balai Sastra H.B. Jassin, Gedung Ali Sadikin, Kompleks Taman Ismail Marzuki, Minggu (26/4) sore. </p>
Bukan sekadar lomba, program ini siapkan ruang belajar, mentoring, hingga peluang karya diterbitkan.
JAKARTA | Garuda Betawi — Kabar baik untuk generasi muda yang punya mimpi jadi penulis. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Perpustakaan Jakarta resmi menghadirkan program literasi kreatif Jakarta Menulis 2026, sebuah ajang yang tak hanya mengasah kemampuan menulis, tapi juga membuka peluang nyata untuk berkarya secara profesional.
Program ini digelar di kawasan Taman Ismail Marzuki dan menyasar masyarakat luas, khususnya generasi muda agar lebih produktif melalui dunia literasi.
BUKAN SEKADAR MENULIS, TAPI MASUK DUNIA KREATIF
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Perpustakaan Jakarta, Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin, dan Gramedia Writing Project.
Menurut penyelenggara, program ini dirancang bukan hanya sebagai pelatihan, tetapi sebagai ruang bertemunya ide, pengalaman, dan proses kreatif penulis.
Peserta tidak hanya belajar teori, tetapi juga langsung terlibat dalam:
- Lokakarya kepenulisan intensif
- Diskusi bersama penulis dan editor profesional
- Sesi kupas naskah (review karya secara langsung)
- Pendampingan proses kreatif
RATUSAN PESERTA ANTUSIAS
Minat generasi muda terhadap program ini terlihat tinggi. Tercatat, ratusan peserta telah mendaftar sejak awal April 2026 dan mengikuti sesi pembukaan yang diisi diskusi literasi.

Perpustakaan Jakarta dan PDS H.B. Jassin bersama Gramedia Writing Project (GWP) resmi membuka program Jakarta Menulis 2026 di Lantai 4 Balai Sastra H.B. Jassin, Gedung Ali Sadikin, Kompleks Taman Ismail Marzuki, Minggu (26/4) sore.
Topik yang diangkat pun relevan dengan kehidupan sehari-hari, seperti bagaimana mengubah pengalaman personal menjadi tulisan yang kuat dan bermakna.
ADA BONUS BESAR: KARYA DITERBITKAN
Yang membuat program ini semakin menarik, peserta tidak hanya belajar—mereka juga punya peluang nyata untuk “naik kelas”.
➡️ Sebanyak 20 cerita pendek terbaik akan dipilih
➡️ Karya akan dibukukan secara resmi
➡️ Dipublikasikan dalam bentuk buku digital (e-book)
➡️ Bisa diakses masyarakat luas secara gratis
Langkah ini menjadi peluang langka bagi penulis pemula untuk menembus dunia penerbitan.
PROGRAM BERLANGSUNG HINGGA JULI 2026
Rangkaian kegiatan Jakarta Menulis 2026 dijadwalkan berlangsung hingga 12 Juli 2026, memberikan waktu cukup bagi peserta untuk mengembangkan ide hingga menjadi karya siap terbit.
PESAN KUAT: MENULIS ITU BISA DARI KEHIDUPAN SEHARI-HARI
Salah satu pesan utama dalam program ini adalah bahwa menulis tidak harus menunggu inspirasi besar.
Pengalaman sederhana sehari-hari justru bisa menjadi sumber cerita yang kuat, selama diolah dengan baik.
TREN BARU: ANAK MUDA MULAI KEMBALI KE LITERASI
Di tengah dominasi media sosial dan konten instan, program seperti ini menjadi sinyal positif bahwa minat literasi generasi muda masih hidup—asal difasilitasi dengan cara yang tepat.
Fenomena ini sejalan dengan berbagai gerakan literasi nasional yang terus mendorong anak muda untuk tidak hanya menjadi konsumen konten, tetapi juga pencipta karya.
Jakarta Menulis 2026 bukan sekadar program pelatihan, tapi bisa menjadi pintu masuk menuju dunia kepenulisan profesional.
Bagi generasi muda, ini bukan cuma soal menulis—tapi tentang membangun suara, menyampaikan gagasan, dan meninggalkan jejak melalui karya.
Pertanyaannya sekarang:
Masih mau jadi penonton, atau mulai jadi penulis?
