Disdik DKI dorong pendidikan tak hanya akademik, tetapi juga karakter, inovasi, dan keterampilan masa depan.
JAKARTA SELATAN |Garuda Betawi — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pendidikan DKI Jakarta menggelar Festival Karya Anak Jakarta 2026 sebagai wadah ekspresi bagi peserta didik untuk menampilkan kreativitas, inovasi, serta hasil pembelajaran di ruang publik.
Mengusung tema “Gerak, Bikin, Tunjukin”, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong transformasi pendidikan yang lebih inklusif dan relevan dengan perkembangan zaman.
Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, menyampaikan bahwa festival ini tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pada penguatan karakter, kreativitas, serta keterampilan abad ke-21.
“Festival ini menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa proses pendidikan harus mampu melahirkan generasi yang aktif, kreatif, dan percaya diri dalam menampilkan karya kepada masyarakat,” ujar Nahdiana di Taman Bendera Pusaka, Minggu (26/4).
Ribuan Pelajar Terlibat, Tampilkan Beragam Karya
Festival yang berlangsung di kawasan ruang terbuka hijau tersebut diikuti oleh ribuan peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas dan kejuruan di seluruh DKI Jakarta.
Lokasi kegiatan sendiri berada di kawasan yang terintegrasi dengan Taman Ayodya, Taman Leuser, dan Taman Langsat, menciptakan ruang publik hijau yang luas dan terkoneksi bagi masyarakat.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari program Jakarta Kanvas Pelajar, yang mendorong partisipasi aktif siswa dalam menunjukkan potensi dan kompetensinya secara langsung kepada publik.
Parade, Seni, hingga Demonstrasi Keterampilan

Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya oleh paduan suara siswa SMAN 34 Jakarta. Selanjutnya, suasana festival semakin semarak dengan berbagai penampilan seperti drum band, parade pelajar, hingga pertunjukan seni.
Beragam atraksi ditampilkan, mulai dari parade kostum profesi, seni bela diri seperti silat dan karate, pertunjukan musik tradisional seperti marawis dan angklung, hingga permainan tradisional seperti egrang.
Tak hanya itu, siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) juga turut menampilkan demonstrasi keterampilan dari berbagai bidang keahlian.
Lebih dari 50 Bidang Keahlian Dipamerkan
Sebanyak 25 SMK dari seluruh wilayah Jakarta, termasuk Kepulauan Seribu, ambil bagian dalam pameran dan demonstrasi lebih dari 50 bidang keahlian.

Keterlibatan duta pelajar seperti Polisi Cilik, Dokter Kecil, Prabu, hingga Duta Inovasi turut memperkaya kegiatan, sekaligus menunjukkan keberagaman potensi generasi muda Jakarta.
“Ini mencerminkan semangat dan kesiapan generasi muda dalam menghadapi tantangan dunia kerja dan industri,” kata Nahdiana.
Penutup Meriah dengan Karya Busana Bernuansa Budaya
Kemeriahan festival ditutup dengan penampilan karya busana siswa SMK yang mengangkat kekayaan budaya tradisional Indonesia, menjadi simbol perpaduan antara kreativitas modern dan nilai kearifan lokal.
Melalui kegiatan ini, Dinas Pendidikan DKI Jakarta menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang partisipatif, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menginspirasi satuan pendidikan untuk terus menciptakan ruang pembelajaran yang inovatif serta mendorong peserta didik berani bergerak, berkarya, dan menunjukkan potensi terbaiknya,” pungkas Nahdiana.
